Fitch Ratings menggarisbawahi sejumlah risiko penurunan (downside risks) yang membayangi prospek perekonomian tahun depan. Ketidakpastian geopolitik global yang berlarut-larut, fluktuasi harga energi mentah dunia, serta pelemahan kinerja ekspor akibat perlambatan ekonomi mitra dagang utama dinilai dapat menahan laju ekspansi ekonomi nasional.
Dari sisi fiskal, pemerintah mematok target defisit anggaran 2027 sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dari target 2026 yang sebesar 2,85 persen demi menjaga batas aman di bawah pagu legal tiga persen PDB.
Namun, Fitch mengingatkan bahwa konsolidasi anggaran tersebut berpotensi sulit dipertahankan, mengingat pola penyusunan anggaran sebelumnya kerap merevisi naik defisit awal demi mengakomodasi lonjakan belanja jika kondisi ekonomi memburuk.
Selain tantangan pada sisi penyerapan belanja, postur asumsi dasar makroekonomi yang dipatok pemerintah dipandang menyimpan risiko deviasi yang cukup lebar dari realitas pasar.
Ibrahim menggarisbawahi bahwa penetapan asumsi kurs yang terlalu kuat berpotensi menimbulkan tekanan penyesuaian jika kondisi pasar keuangan global tetap bergejolak.