"Secara tenggat waktu memang agaknya menjadi permasalahan di kita, tetapi kondisi kas kita harapkan bisa segera membaik," kata Harimawan.
Berdasarkan kondisi keuangan per kuartal II-2026, tekanan pada arus kas memang masih terlihat. Kas operasi ADHI tercatat defisit Rp750 miliar, membesar dibandingkan defisit Rp180 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, total aset ADHI turun 19,9 persen menjadi Rp27,53 triliun dari sebelumnya Rp34,38 triliun. Liabilitas juga turun 1,9 persen menjadi Rp24,21 triliun.
Namun, ekuitas perseroan mengalami penurunan tajam sebesar 65,8 persen menjadi Rp3,31 triliun dari Rp9,69 triliun. Kondisi tersebut turut membuat rasio Debt to Equity Ratio (DER) total meningkat dari 2,55 kali menjadi 7,30 kali.
Sementara itu, DER berbasis interest-bearing debt (IBD) meningkat dari 0,89 kali menjadi 2,42 kali. Manajemen menyatakan posisi DER IBD tersebut masih berada di bawah batas maksimum covenant sebesar 3,50 kali.