AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Akibat Covid-19, Matahari Kembali Tutup 6 Gerai Tahun Ini

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 04 Februari 2021 13:55 WIB
Matahari Department Store akan kembali menutup enam gerai di tahun 2021 akibat dampak pandemi Covid-19. Sebelumnya tahun lalu telah ditutup sebanyak 25 gerai.
Akibat Covid-19, Matahari Kembali Tutup 6 Gerai Tahun Ini (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) atau Matahari Department Store akan kembali menutup enam gerai di tahun 2021 akibat dampak pandemi Covid-19. Sebelumnya, di tahun 2020 LPPF telah menutup sebanyak 25 gerai.

Mengutip dokumen perusahaan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), enam gerai yang akan ditutup nantinya juga merupakan bagian dari 23 gerai yang masuk dalam radar pengawasan perseroan. 

Sementara itu, 17 gerai lainnya kini dalam pengawasan ketat. Secara total, Matahari Department Store memiliki 147 gerai hingga akhir 2020, di mana 23 gerai di dalamnya sudah masuk pengawasan ketat karena mulai menunjukkan pelemahan kinerja atau bahkan tidak membukukan profit lagi.

Alasan penutupan gerai ini tidak lain karena kinerja perseroan yang turun drastis. Manajemen LPPF melaporkan, sepanjang 2020 penjualan kotor LPPF tercatat sebesar Rp8,59 triliun. Angka ini anjlok sebesar 52,3 persen dari penjualan kotor 2019 yang tercatat sebesar Rp18,03 triliun.

Penurunan penjualan ini membuat Matahari Departemen Store mencatatkan rugi bersih sebesar Rp823 miliar pada 2020 lalu, sementara di 2019 perseroan justru masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun.

Kinerja perusahaan yang memburuk semakin terdampak oleh masa pandemi Covid-19. Perseroan melaporkan, recovery penjualan menjadi tersendat karena Matahari Departemen Store kehilangan momen libur akhir tahun 2020. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD