"Pasar menilai situasi Iran mulai membaik. Meski masih akan ada pasang surut, arahnya terlihat semakin positif," katanya.
Di sisi lain, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun ke level terendah sejak 2018 seiring meningkatnya permintaan dari kilang domestik. Persediaan bensin juga tercatat menurun.
Sementara itu, UBS memangkas proyeksi harga Brent karena meningkatnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Bank tersebut memangkas proyeksi harga Brent untuk kuartal III sebesar USD25 menjadi USD80 per barel dan menurunkan proyeksi kuartal IV sebesar USD10 menjadi USD80 per barel.
Proyeksi harga untuk 2027 juga dipangkas USD10 menjadi USD75 per barel.
Analis HSBC memperkirakan pasar mampu menyerap kembali pasokan minyak dari Timur Tengah melalui pengisian kembali persediaan secara bertahap, seiring berakhirnya pelepasan cadangan strategis oleh Badan Energi Internasional (IEA) pada Juli.