-
Lockdown Cina
Faktor kedua yaitu adanya kebijakan lockdown di Shanghai dan beberapa kota lain di Cina. Padahal, beberapa waktu sebelumnya, Cina telah mengambil kebijakan Zero Covid-19 yang menandakan bahwa negara tersebut sudah terbebas dari pandemi Covid-19.
Pembatasan tersebut tentunya berdampak negatif terhadap perekonomian Cina dan menyebabkan sentimen yang positif terhadap penguatan Dollar Amerika Serikat.
-
Larangan Ekspor CPO
Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sempat melarang ekspor CPO yang memiliki dampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut tentunya berdampak pada penurunan nilai ekspor Indonesia.
Itulah beberapa alasan mengapa nilai tukar Rupiah melemah di beberapa pekan terakhir. Namun, beberapa sentimen tersebut disinyalir hanya sementara, mengingat faktor fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan solid.