AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Alasan Mengapa Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa Saja?

MARKET NEWS
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Senin, 27 Juni 2022 20:42 WIB
Ada beberapa alasan mengapa nilai tukar Rupiah melemah beberapa pekan ini. Beberapa sentimen tentunya mempengaruhi keadaan Rupiah saat ini
Alasan Mengapa Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa Saja? (Foto: MNC Media)
Alasan Mengapa Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa Saja? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Ada beberapa alasan mengapa nilai tukar Rupiah melemah beberapa pekan ini. Beberapa sentimen tentunya mempengaruhi keadaan Rupiah saat ini.

Nilai tukar Rupiah beberapa waktu lalu sempat menyentuh angka Rp14.800 untuk satu Dollar Amerika. Hal ini tentunya menjadi tanda bahwa nilai tukar Rupiah sedang mengalami pelemahan terhadap Dollar Amerika. 

Alasan Mengapa Nilai Tukar Rupiah Melemah

Pada saat artikel ini dibuat, yakni pada Senin (27/6/2022) pukul 16:45, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika berada di Angka Rp14.790,10/USD. Nominal tersebut sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan nilai tukar Rupiah pada hari Minggu (26/6/2022) yang mencapai Rp14.848/USD. Banyak orang yang menanyakan tentang alasan mengapa nilai tukar Rupiah melemah.

Beberapa faktor yang memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika antara lain:

  1. Suku Bunga The Fed

Pada rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pada bulan Mei 2022 lalu, Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat telah memutuskan untuk menaikkan Fed Fund Rates atau Suku Bunga sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 1% dan berencana untuk mulai mengurangi neraca keuangan pada bulan Juni. Hal tersebut dilakukan untuk menguatkan Dollar Amerika yang beberapa waktu lalu mengalami inflasi.

Dalam beberapa waktu terakhir, suku bunga The Fed sudah dinaikkan mencapai 1,5% - 1,75%. Kenaikan tersebut menjadi kenaikan terbesar sejak tahun 1994 dan diisukan akan terus dinaikan hingga inflasi yang terjadi di Amerika Serikat bisa menurun.

Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Semakin kuat Dollar AS, maka semakin lemah juga nilai tukar Rupiah.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD