IDXChannel - Nilai tukar rupiah berisiko melemah ke Rp17.100 per USD pada pekan ini dibayangi oleh isu krisis energi global.
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, mata uang Garuda berpotensi menyentuh level psikologis baru yang cukup mengkhawatirkan akibat penguatan indeks dolar.
“Itu (rupiah) kemungkinan besar akan menuju level Rp17.100 per USD. Ingat Rp17.100 per USD,” ujar Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (29/3/2026).
Ibrahim juga memproyeksikan indeks dolar akan bergerak kuat di rentang 99,300 hingga 101,600, yang secara langsung akan memicu pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Faktor utama yang mendorong penguatan dolar dan pelemahan rupiah adalah memanasnya situasi di Timur Tengah, terutama terkait ancaman pemblokiran Selat Hormuz.