Kondisi tersebut mendorong produksi konsentrat mencapai 167,8 ribu metrik ton kering (dry metric tonnes/dmt), meningkat 110 persen secara tahunan. Produksi tersebut mengandung sekitar 101 juta pon tembaga dan 136 ribu ons emas.
Sehingga, kata dia, pemulihan produksi Batu Hijau diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja AMMN sepanjang 2026. Diperkirakan pendapatan perseroan mencapai sekitar USD4 miliar pada tahun ini, meningkat 117 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan EBITDA diproyeksikan tumbuh 97 persen menjadi sekitar USD2 miliar.
"Selain pemulihan produksi tambang, transformasi bisnis melalui hilirisasi dinilai menjadi faktor penting yang akan meningkatkan kualitas pendapatan AMMN dalam jangka panjang," ujar dia.
Pada kuartal I-2026, fasilitas smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) milik AMMN telah menghasilkan sekitar 27,7 ribu ton katoda tembaga dan 66,2 ribu ons emas murni.