Ia menambahkan, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa status Indonesia pada pengumuman 24 Juni masih akan bertahan di emerging market. “Yang artinya ini mengindikasikan bahwa status negara kita pada 24 Juni masih berada dalam emerging market,” katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan UOB Kay Hian, yang memperkirakan Indonesia tetap mempertahankan status emerging market.
Proyeksi tersebut didukung oleh berbagai reformasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama peningkatan transparansi dan ketentuan free float, meski MSCI masih akan terus memantau aspek aksesibilitas pasar.
Senada, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin menilai Global Market Accessibility Review MSCI memang memiliki implikasi langsung terhadap status Indonesia, termasuk kemungkinan tetap bertahan di emerging market atau skenario terburuk turun ke frontier.
Namun ia menekankan bahwa proses penilaian MSCI bersifat kualitatif dan keputusan akhir tetap berada pada classification review pekan depan.