Dia menilai, roadshow ini bukan hanya soal promosi, tetapi tentang membangun kredibilitas fiskal, stabilitas makro, dan arah kebijakan jangka panjang. Jika komunikasi ini konsisten dan didukung data yang solid, maka risk premium Indonesia bisa turun, cost of fund lebih kompetitif, dan valuasi saham berpotensi mengalami re-rating.
"Ke depan, saya melihat sentimen pasar akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi antara janji dan realisasi. Pasar akan memberikan apresiasi jika ada langkah konkret, misalnya percepatan reformasi regulasi, penguatan lembaga pengawas, dan perbaikan transparansi yang bisa diukur," tutur Hendra.
Sebaliknya, jika hanya berhenti pada wacana, maka dampaknya hanya bersifat jangka pendek dan mudah terkoreksi. Jadi secara fundamental, arah kebijakan yang disampaikan Presiden sudah berada di jalur yang benar.
"Tantangannya ada pada implementasi. Di pasar modal, kredibilitas dibangun bukan oleh pidato, tetapi oleh konsistensi kebijakan dan bukti nyata di lapangan," ujarnya.
Pemerintah kini tengah mengarahkan agar proses perubahan bentuk badan hukum atau demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dilaksanakan secara bertingkat. Persisnya, pemerintah mendorong skema demutualisasi melalui skema private placement sebelum beranjak ke tahap penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).