Pelemahan rupiah yang berlarut-larut dinilai berpotensi menekan kepercayaan pelaku usaha dan konsumen, sekaligus memicu arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik.
Untuk strategi sektor, JPMorgan mempertahankan rekomendasi overweight pada sektor industri, material, consumer staples, consumer discretionary, serta properti di 2026.
Dari sisi pelaku pasar, partisipasi investor ritel domestik diperkirakan tetap tinggi pada paruh pertama 2026.
JPMorgan mencatat keterlibatan investor ritel, bersama dengan fund kuantitatif (quant funds), telah mencapai rekor tertinggi pada paruh kedua 2025, mendekati level saat pandemi Covid-19 pada 2020. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya minat pada saham-saham terkait konglomerat besar dan saham berbasis indeks.
Namun, JPMorgan memperkirakan partisipasi ritel berpotensi mulai melandai pada paruh kedua 2026, bergantung pada implementasi definisi baru Adjusted Free Float dari MSCI yang diperkirakan diumumkan pada kuartal I-2026 dan mulai berlaku Mei 2026.