Sebaliknya, aliran dana institusi diproyeksikan membaik secara bertahap sepanjang 2026. Sumber dorongan baru diperkirakan datang dari mandat investasi publik Danantara, serta meningkatnya alokasi aset saham dari dana pensiun dan dana tenaga kerja milik negara (BPJS Ketenagakerjaan).
JPMorgan juga menilai Danantara berpotensi menjadi faktor kunci value-up bagi pasar saham Indonesia.
Pemisahan peran yang jelas antara holding BPI Danantara, Danantara Asset Management (DAM), dan Danantara Investment Management (DIM) dinilai sebagai langkah positif.
Struktur ini dianggap penting untuk memisahkan kewajiban pelayanan publik dan dorongan profitabilitas pada BUMN.
Eksekusi Danantara pada 2026 dinilai dapat menjadi katalis utama re-rating valuasi pasar.