Di mana perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatatkan laba bersih Rp7,92 triliun, atau naik signifikan 106 persen dibandingkan periode 2024.
"ANtam berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah Perseroan. Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen perseroan dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan,” ujar Untung dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Rabu (10/6/2026).
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyetujui rencana perseroan untuk menerima penugasan khusus dari pemerintah dalam mempercepat program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Penugasan tersebut mencakup pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu hingga hilir, yang meliputi kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas battery recycling.
Penugasan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Antam dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited, konsorsium yang terdiri dari Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd, EVE Energy Co Ltd, dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.