IDXChannel - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp5,04 triliun atau setara Rp210 per saham.
Mengacu pada harga penutupan saham Antam pada perdagangan Rabu (10/6/2026) di level Rp2.750 per saham, dividend yield perseroan mencapai 7,64 persen.
Sementara itu, nilai dividen yang dibagikan setara 70 persen dari dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp7,21 triliun.
Sementara itu, 30 persen sisanya atau Rp2,16 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha serta pelaksanaan berbagai proyek strategis perseroan.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto mengatakan, keputusan pembagian dividen tersebut didukung oleh kinerja operasional dan keuangan Antam yang mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang 2025.
Di mana perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatatkan laba bersih Rp7,92 triliun, atau naik signifikan 106 persen dibandingkan periode 2024.
"ANtam berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah Perseroan. Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen perseroan dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan,” ujar Untung dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Rabu (10/6/2026).
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyetujui rencana perseroan untuk menerima penugasan khusus dari pemerintah dalam mempercepat program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Penugasan tersebut mencakup pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu hingga hilir, yang meliputi kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas battery recycling.
Penugasan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Antam dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited, konsorsium yang terdiri dari Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd, EVE Energy Co Ltd, dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.
"Sejalan dengan agenda pembangunan nasional, Antam akan terus memperkuat pengembangan bisnis berbasis hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral," tutur Untung.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Aryanto Wibowo sebagai komisaris, I Dewa Wirantaya sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir dan Arini Kasmira sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Sementara itu, terdapat pengalihan tugas anggota direksi perseroan dari Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral yang dijabat oleh Hartono.
Kemudian Ratih Dewi Handajani yang semula Direktur Sumber Daya Manusia menjadi Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi serta Handi Sutanto yang semula Direktur Komersial menjadi Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial.
(DESI ANGRIANI)