Melalui kebijakan tersebut, AMOR juga berupaya mengoptimalkan pengelolaan modal serta menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan usaha.
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan memastikan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan berdampak terhadap pendapatan maupun mengganggu pembiayaan operasional. Hal ini didukung oleh posisi modal dan arus kas yang dinilai memadai.
Manajemen juga meyakini bahwa aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional. Namun, berpotensi memberikan efek positif terhadap laba per saham (earnings per share/EPS) apabila program buyback terealisasi secara penuh.
(DESI ANGRIANI)