AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Astra Raih Laba Rp3,72 T di Kuartal I-2021, Turun 22,49 Persen

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Rabu, 21 April 2021 17:30 WIB
Astra International mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,72 triliun atau lebih rendah 22,49 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp4,81 triliun.
Astra Raih Laba Rp3,72 T di Kuartal I-2021, Turun 22,49 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru belum berefek luas pada kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) di kuartal I-2021.  Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,72 triliun atau lebih rendah 22,49 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp4,81 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp51,70 triliun atau turun 4,26 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp54 triliun, dengan laba per saham dasar Rp92.

Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro menjelaskan mengenai menurunnya pendapatan dan laba bersih grup Astra pada kuartal pertama tahun 2021, dimana tahun lalu pandemi baru mulai memengaruhi ekonomi Indonesia dan kinerja bisnis secara substansial pada bulan Maret 2020. 

"Walaupun kinerja usaha Grup perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi yang masih berlanjut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan barang, jasa dan sewa, jasa keuangan, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diselesaikan dan pendapatan dari sumber lainnya (dari jasa keuangan, sewa dari properti dan lain-lain).

Penjualan barang tercatat Rp35,72 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp37,40 triliun, jasa dan sewa tercatat Rp9,87 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp11,38 triliun; jasa keuangan tercatat Rp6,09 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp5,20 triliun.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diselesaikan tercatat Rp44,07 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp48,05 triliun; pendapatan dari sumber lainnya tercatat Rp6,80 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp5,95 triliun.

ASII mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal I-2021 menjadi Rp41,10 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp41,91 triliun. Beban penjualan juga mengalami penurunan menjadi Rp2,46 triliun dari sebelumnya Rp2,68 triliun dan beban umum dan administrasi turun menjadi Rp3,60 triliun dari sebelumnya Rp3,67 triliun.

Astra International mencatatkan liabilitas sebesar Rp149,64 triliun dan ekuitas Rp202,33 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp351,97 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp338,20 triliun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD