AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Awal Pekan, Rupiah Hari Ini Keok 36 Poin Lawan Dolar

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 17 Januari 2022 10:06 WIB
Berdasarkan pantauan di pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:21 WIB, rupiah terkoreksi -36 poin atau -0,26% di harga Rp14.332 per 1 dolar AS.
Awal Pekan, Rupiah Hari Ini Keok 36 Poin Lawan Dolar (FOTO:MNC Media)
Awal Pekan, Rupiah Hari Ini Keok 36 Poin Lawan Dolar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Nilai mata uang tukar rupiah hari ini tersungkur terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin pagi (17/1/2022). 

Berdasarkan pantauan di pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:21 WIB, rupiah terkoreksi -36 poin atau -0,26% di harga Rp14.332 per 1 dolar AS. 

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik sebagian besar melemah atas Dolar, seperti Yuan China merosot -0,05% di 6,3560, Yen Jepang koreksi -0,22% di 114,46, dan Baht Thailand terpuruk -0,24% di 33,280. Dolar Hong Kong turun -0,01% di 7,7859, sedangkan Dolar Australia naik 0,05% di 0,7203. 

Adapun Won Korea Selatan jatuh -0,21% di 1.192,74, Ringgit Malaysia anjlok -0,25% di 4,1873, dan Dolar Singapura melemah -0,12% di 1,3488. Peso Filipina tumbuh 0,08% di 51,270, dan Dolar Taiwan menurun -0,20% di 27,594. 

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang pagi ini mengalami kenaikan 0,05% menjadi 95,21. Rebound terjadi menyusul kesiapan investor jelang pertemuan Federal Reserve bulan ini. 

Pasar dinilai akan meningkatkan ekspektasi mereka atas kenaikan suku bunga setahun ke depan. Di sisi lain, China mengejutkan analis dengan sejumlah rilis data baru. 

Sejumlah agenda ekonomi yang terjadi sepanjang pekan ini diantaranya rilis pertumbuhan ekonomi China pada Senin (17/1), pertemuan kebijakan Bank of Japan (BoJ) pada Selasa (18/1), data inflasi Inggris pada Rabu (19/1) dan angka pekerjaan Australia pada Kamis (20/1). 

Lebih jauh, menguatnya imbal hasil di pasar obligasi AS menegaskan ada katalis positif dari prospek suku bunga dari Fed yang hawkish terhadap dolar, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (17/1/2022). 

The Fed dijadwalkan akan mengadakan pertemuan bulanan pada 25-26 Januari dan diperkirakan tidak akan segera menaikkan suku bunga, tetapi lebih ke pernyataan yang bernada hawkish yang akan hadir dari dalam maupun luar bank sentral.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD