AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Rupiah Hari Ini Melemah 0,13 Persen, Dolar Catatkan Penurunan Terbesar Mingguan

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 14 Januari 2022 09:46 WIB
Mata uang rupiah hari ini melemah menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (14/1/2022) pagi.
Rupiah Hari Ini Melemah 0,13 Persen, Dolar Catatkan Penurunan Terbesar Mingguan. (Foto: MNC Media)
Rupiah Hari Ini Melemah 0,13 Persen, Dolar Catatkan Penurunan Terbesar Mingguan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Mata uang rupiah hari ini melemah menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (14/1/2022) pagi. Dari pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:21 WIB, rupiah terkoreksi -19 poin atau -0,13% di harga Rp14.314 per 1 dolar AS.

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik terlihat beragam atas Dolar seperti Yuan China merosot -0,02% di 6,3608, Yen Jepang naik 0,35% di 113,76, dan Baht Thailand unggul 0,12% di 33,170. Dolar Hong Kong stagnan 0,00% di 7,7867 dan Dolar Australia terkoreksi -0,25% di 0,7266.

Adapun Won Korea Selatan terpuruk -0,15% di 1.188,50, Ringgit Malaysia turun -0,22% di 4,1840, dan Dolar Singapura stagnan 0,00% di 1,3458. Peso Filipina anjlok -0,03% di 51,095, dan Dolar Taiwan menurun -0,02% di 27,640.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang pagi ini mengalami koreksi -0,02% menjadi 94,77. Dolar tampak masih mengalami penurunan mingguan terbesar pada Jumat ini (14/1), menyusul langkah investor memangkas posisi beli dari pasar saham untuk memperhitungkan seberapa besar efek kenaikan suku bunga AS tahun ini.

Diketahui, pelemahan indeks dolar sudah menembus sekitar 0,9% pada pekan ini, dan menjadi penurunan terbesar mingguan sejak Mei 2021 lalu.

"Investor tampaknya membaca sinyal The Fed yang menaikkan suku bunga dan memulai pengetatan kuantitatif semuanya dalam waktu sembilan bulan akan sangat agresif sehingga akan membatasi ruang lingkup atas kenaikan pasar saham lebih jauh," kata Analis MUFG, Derek Halpenny, dilansir Reuters, Jumat (14/1/2022).

Analis menilai rebound atas Dolar dapat terjadi apabila ada dukungan dari data-data ekonomi yang meyakinkan pasar akan pertumbuhan yang lebih kuat.

"Itu akan menjadi katalis kekuatan bagi Dolar," tuturnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD