AALI
8425
ABBA
218
ABDA
6050
ABMM
4320
ACES
610
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
735
ADMF
8300
ADMG
168
ADRO
4150
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
590
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
183
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1375
AKSI
320
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.63
-0.31%
-1.65
IHSG
7064.94
-0.17%
-11.69
LQ45
1007.45
-0.32%
-3.24
HSI
17831.83
-1%
-180.32
N225
27172.40
-0.51%
-138.90
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,647 / gram

Batu Bara Masih Jadi Andalan, Prospek Saham Emitennya Tokcer?

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Minggu, 03 Juli 2022 18:00 WIB
Harga saham emiten batu bara menguat di tengah melesatnya harga komoditas.
Batu Bara Masih Jadi Andalan, Prospek Saham Emitennya Tokcer? (Foto: MNC Media)
Batu Bara Masih Jadi Andalan, Prospek Saham Emitennya Tokcer? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Harga saham berbagai emiten batu bara menguat seiring dengan melesatnya harga komoditas tersebut. Merujuk data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham batu bara terpantau menguat pada perdagangan Rabu (22/6).

Adapun saham yang menguat yaitu PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar 2,23 persen dan PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar 1,52 persen.

Sementara dua emiten lainnya juga berada di zona hijau, yakni PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar 0,61 persen dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 0,66 persen.

Menguatnya haga saham emiten-emiten ini tak lepas dari tren kenaikan harga batu bara acuan global pada pekan tersebut yang melesat hingga 6 persen. Per Senin (21/6), harga kontrak batu bara acuan ICE Newcastle menguat sebesar USD394,75 ton.

Namun demikian, kinerja saham sebagian besar emiten batu bara memerah dalam sebulan terakhir. Melemahnya harga saham emiten ini terjadi di tengah harga batu bara yang merosot selama sebulan.

Adapun, sebagaimana dilansir dari investing.com, harga batu bara selama sebulan terakhir terkontraksi hingga minus 5,32 persen. Per Senin (27/6), harga batu bara ICE Newcastle turun menjadi USD385/ton. 

INDY menjadi emiten batu bara dengan penurunan kinerja saham terdalam selama sebulan, yakni mencapai minus 20,75 persen pada perdagangan Kamis (30/6).

Sementara terdapat tiga emiten lain yang kinerja saham bulanannya ambruk ke zona merah. Emiten-emiten ini adalah PTBA (minus 16,04 persen), ADRO (minus 14,11 persen), dan ITMG (minus 11,54 persen).

Kinerja Saham Emiten Batu Bara dalam Sebulan dan Year to Date (YTD) 2022

Sumber: Tim Riset IDX Channel, Bursa Efek Indonesia (BEI), Juni 2022 (data olahan)

Meski mayoritas harga saham terkontraksi seiring melemahnya harga komoditas, dua emiten lain mampu mempertahankan kinerja sahamnya di zona hijau.

Emiten tersebut adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). BEI mencatat, kinerja saham BUMI selama sebulan per Kamis (30/6) mencapai 15,52 persen.

Sementara BYAN menjadi emiten batu bara dengan kinerja saham paling ciamik selama sebulan, yakni mencapai 43,89 persen. Tak hanya itu, kinerja saham sepanjang tahun 2022 (year to date/YTD) emiten ini juga melesat hingga 188,70 persen.

Menyusul BYAN, kinerja saham YTD emiten batu bara lainnya juga tergolong apik meskipun turun dalam sebulan. Adapun emiten yang kinerja sahamnya positif yaitu INDY (50,81 persen), ITMG (50,37 persen), PTBA (40,96 persen), dan ADRO (27,11 persen).

Melesatnya harga saham emiten-emiten ini sepanjang tahun 2022 turut ditopang oleh harga batu bara yang meroket hingga 127 persen secara YTD. Selain itu, kinerja keuangan positif emiten tersebut juga bisa menjadi katalis positif bagi pergerakan harga sahamnya.

Akan tetapi, di tengah penguatan kinerja saham mayoritas emiten batu bara, BUMI malah mencatatkan kinerja saham yang datar yakni 0 persen sepanjang tahun 2022.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD