Bayar Bunga Saja, OJK Bolehkan Pengusaha Tunda Pokok Cicilan

Market News
Shifa Nurhaliza
Sabtu, 21 Maret 2020 09:00 WIB
Siapkan kebijakan stimulus perekonomian disektor industrI keuangan non-bank, OJK memberikan fleksibilitas terhadap ketentuan wajib pembayaran sektor rill.
Bayar Bunga Saja, OJK Bolehkan Pengusaha Tunda Pokok Cicilan. (Foto: Ist)

IDXChannel – Siapkan kebijakan stimulus perekonomian disektor industri keuangan non-bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan fleksibilitas terhadap ketentuan wajib pembayaran sektor rill ditengah meluasnya pandemi wabah virus korona di Indonesia.

Alasan OJK Tunda Cicilan Pokok

Diungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, “Ini kami perluas bukan hanya kredit perbankan tetapi juga ke lembaga pembiayaan atau leasing company. Tujuannya agar sektor usaha masih tetap berjalan dari dampak penyebaran Covid-19 ini,” imbuhnya pada Jumat (20/3/2020).

Adapun rencana relaksasi kebijakan di perusahaan pembiayaan yakni penundaan pembayaran untuk pembiayaan yang berkaitan dengan skema chanelling dan joint financing yang berkaitan dengan perbankan

Kemudian, metode executing antara perusahaan pembiayaan yang mendapat kredit dari perbankan, akan dilakukan dengan mekanisme restrukturisasi sebagaimana diatur dalam POJK No.11/POJK.03/2020.

Dengan adanya dampak akibat virus korona pada perekonomian Indonesia, OJK terus berupaya membantu Pemerintah dengan memberikan ruang pelonggaran dan keringanan pembayaran atau pembiayaannya serta dimudahkan untuk kembali mendapatkan kredit atau pembiayaan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan bagi sektor usaha termasuk usaha mikro dan kecil.

Kebijakan stimulus tersebut terdiri dari penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp10 miliar.

Juga restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan Bank tanpa batasan plafon kredit.

“Relaksasi ini juga berlaku bagi UMKM dan KUR. Sementara, untuk kredit yang direstrukturisasi bisa langsung dikategorikan menjadi lancar," imbuhnya dikutip okezone.

Selain itu, Wimboh juga menambahkan bahwa ketentuan stimulus di bidang perbankan sudah diterbitkan POJK-nya yaitu POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease yang mulai berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai 31 Maret 2021.

POJK ini juga diharapkan menjadi countercyclical dampak penyebaran virus Corona sehingga bisa mendorong optimalisasi kinerja perbankan khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.(*)

Baca Juga