AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

BBRI Berencana Terbitkan Obligasi Rp20 Triliun hingga 2021

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Jum'at, 04 Januari 2019 14:15 WIB
Emiten perbankan yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berencana melakukan penerbitan obligasi senilai Rp20 triliun.
BBRI Berencana Terbitkan Obligasi Rp20 Triliun hingga 2021. (Foto: Ist)
BBRI Berencana Terbitkan Obligasi Rp20 Triliun hingga 2021. (Foto: Ist)

IDXChannelEmiten perbankan yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berencana melakukan penerbitan obligasi senilai Rp20 triliun. Penerbitan surat utang ini dilakukan secara berkala hingga 3 tahun mendatang dengan target awal penerbitan di semester I 2019.

Dijelaskan Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, penerbitan obligasi dilakukan dengan skema penawaran umum berkelanjutan dengan masa penerbitan hingga 2021.

“Jadi ini diterbitkan selama 3 tahun, bisa Rp8 triliun, Rp8 triliun, Rp4 triliun. Tergantung likuiditas,” kata Haru seperti dikutip Okezone, di Jakarta, pada Jumat (4/1).

Hary menyatakan, penerbitan obligasi ini memang dilakukan untuk mendukung aksi korporasi perseroan selama 3 tahun kedepan. Selain itu, juga untuk memperkuat pendanaan jangka panjang.

“Iya (termasuk untuk pendanaan akuisisi perusahaan asuransi umum). Nanti diterbitkan sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

BRI saat ini tengah menyiapkan proses akuisisi perusahaan asuransi kerugian di tahun ini. Di mana sudah ada satu perusahaan yang tengah dibidik bank plat merah itu untuk merealisasikan aksi korporasinya.

“Kalau yang untuk industri perbankan belum ada rencana ke arah sana (akuisisi), tapi yang pasti adalah (akuisisi) asuransi kerugian,” tambah Direktur Utama BRI Suprajarto.

BRI sendiri sudah meyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk proses akuisisi ini yang masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2019.

Target Suprajarto bahwa aksi koorporasi ini bisa terealisasi pada semester I 2019. “Kan ada prosesnya, kita masih harus minta persetujuan Komisaris, Kementerian BUMN, dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” pungkasnya. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD