Kondisi naik dari sebuah pasar tersebut diumpamakan sebagai banteng yang sedang menyerang dengan tanduknya ke atas. Bullish sendiri bisa dikategorikan ke dalam dua kerangka waktu, yaitu:
- Bullish Jangka Pendek
Kondisi Bullish jangka panjang ini merupakan prediksi harga aset yang akan meningkat dalam kurun waktu beberapa jam, hari, atau minggu. Walaupun aset tersebut masih menurun, tapi ada prediksi bahwa akan terjadi Bullish
- Bullish Jangka Panjang
Bullish jangka panjang merupakan sebuah prediksi di mana keadaan aset akan meningkat dalam kurun waktu satu tahun atau lebih. Kondisi ini merupakan sinyal untuk membeli aset bagi partisipan saham karena peluang profit dari dividen dan capital gain sudah terlihat.
Contoh Bearish
Setelah mengetahui pengertiannya, berikutnya Anda harus mengetahui contoh Bearish. Sebagai contoh, ketika ada sebuah aset yang diprediksi mengalami Bearish, itu artinya harganya akan turun. Ketika seorang investor memprediksi Bearish terhadap mata uang USD/JPY, maka Ia percaya bahwa nilai USD akan menurun terhadap mata uang Yen.
Contoh Bullish
Lalu, bagaimana dengan Bullish? Contohnya sama dengan contoh Bearish di atas, di mana seorang investor memprediksi Bullish terhadap mata uang EUR/USD, artinya bahwa Ia akan meyakini nilai Euro akan terus meningkat terhadap USD.
Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu Bearish dan Bullish, definisi, dan contohnya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi dalam berinvestasi. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa Bearish merupakan kondisi downtrend terhadap sebuah aset, dan Bullish merupakan kondisi uptrend terhadap sebuah aset.