sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bearish dan Bullish: Definisi dan Contohnya

Market news editor Rizki Setyo Nugroho
23/03/2022 14:45 WIB
Apa itu Bearish dan Bullish? Bearish dan Bullish memiliki pengertian yang berbeda
Bearish dan Bullish: Definisi dan Contohnya (Foto: MNC Media)
Bearish dan Bullish: Definisi dan Contohnya (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Apa itu Bearish dan Bullish? Bearish dan Bullish memiliki pengertian yang berbeda. Bearish adalah suatu keadaan di mana harga pasar saham bergerak turun atau melemah secara terus menerus dalam periode waktu tertentu. Sedangkan Bullish adalah kebalikan dari Bearish, yaitu keadaan di mana harga pasar saham bergerak naik atau menguat secara terus menerus dalam periode waktu tertentu.

Definisi Bearish

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa Bearish adalah kondisi pasar saham yang sedang mengalami downtrend atau penurunan. Bearish diambil dari kata Bear yang berarti beruang. Penurunan pasar saham diibaratkan seperti seekor beruang yang sedang menyerang musuhnya dengan menggarukkan cakar ke bawah.

Istilah Bearish ini bisa juga dipakai untuk menyebut kondisi pasar global, sektor bisnis, harga aset finansial tertentu, dan sering dipakai oleh kalangan trader untuk menyebut sentimen yang membuat pesimis kepada suatu aset walaupun harganya belum menurun.

Definisi Bullish

Setelah mengetahui pengertian Bearish, lalu bagaimana dengan Bullish? Bullish adalah kebalikan dari keadaan Bearish di mana kondisi pasar sedang mengalami uptrend atau kenaikan. Bullish diambil dari kata Bull yang berarti banteng. 

Kondisi naik dari sebuah pasar tersebut diumpamakan sebagai banteng yang sedang menyerang dengan tanduknya ke atas. Bullish sendiri bisa dikategorikan ke dalam dua kerangka waktu, yaitu:

  • Bullish Jangka Pendek

Kondisi Bullish jangka panjang ini merupakan prediksi harga aset yang akan meningkat dalam kurun waktu beberapa jam, hari, atau minggu. Walaupun aset tersebut masih menurun, tapi ada prediksi bahwa akan terjadi Bullish

  • Bullish Jangka Panjang

Bullish jangka panjang merupakan sebuah prediksi di mana keadaan aset akan meningkat dalam kurun waktu satu tahun atau lebih. Kondisi ini merupakan sinyal untuk membeli aset bagi partisipan saham karena peluang profit dari dividen dan capital gain sudah terlihat.

Contoh Bearish

Setelah mengetahui pengertiannya, berikutnya Anda harus mengetahui contoh Bearish. Sebagai contoh, ketika ada sebuah aset yang diprediksi mengalami Bearish, itu artinya harganya akan turun. Ketika seorang investor memprediksi Bearish terhadap mata uang USD/JPY, maka Ia percaya bahwa nilai USD akan menurun terhadap mata uang Yen.

Contoh Bullish

Lalu, bagaimana dengan Bullish? Contohnya sama dengan contoh Bearish di atas, di mana seorang investor memprediksi Bullish terhadap mata uang EUR/USD, artinya bahwa Ia akan meyakini nilai Euro akan terus meningkat terhadap USD.

Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu Bearish dan Bullish, definisi, dan contohnya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi dalam berinvestasi. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa Bearish merupakan kondisi downtrend terhadap sebuah aset, dan Bullish merupakan kondisi uptrend terhadap sebuah aset.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement