AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

BEI Cabut Suspensi Saham Bukit Darmo Property (BKDP)

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 14 Januari 2022 09:13 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP).
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP). (Foto: MNC Media)
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP).

Pembukaan itu, merujuk Pengumuman Bursa No.: Peng-SPT-00003/BEI.WAS/01-2022 tanggal 12 Januari 2022, perihal penghentian sementara perdagangan saham PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP).

Suspensi saham Bukit Darmo Property kembali dibuka di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 14 Januari 2022.

Bursa mengimbau sebelumnya agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Perlu diketahui, saham BKDP bergerak liar sejak Senin (10/1) ketika ditutup melonjak 16,05%. Setelahnya, saham BKDP terus naik dengan masing-masing kenaikan 8,51% (Selasa) dan 4,90% (Rabu).

Dalam sepekan, saham BKDP melonjak 33,75% dan satu bulan ini bahkan sudah naik 109,80%.

Sejatinya, saham BKDP sebelumnya termasuk saham gocap alias saham yang dibanderol Rp 50 per saham. Namun, sejak pertengahan Desember 2021 saham ini bergerak liar hingga akhirnya saat ini berada di Rp 107 per saham. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD