Standardisasi ini dinilai krusial agar pelaku pasar memiliki landasan kuat untuk menilai profil risiko dan prospek jangka panjang emiten.
Di luar instrumen efek utang, BEI juga mencatatkan diversifikasi portofolio investasi berbasis ekuitas hijau yang kian diminati oleh para pemodal.
"Hingga September 2026, dana pengelolaan ESG Fund yang mencakup seperti ETF mencapai sekitar Rp5,85 triliun, dan Bursa Efek Indonesia juga akan memberikan green equity designation pada tiga perusahaan yang di dalamnya termasuk kategori transisi," ujarnya.
(Febrina Ratna Iskana)