Nyoman berharap melalui penyelenggaraan Public Expose Live ini jadi wadah perusahaan memaparkan strategi perusahaan kepada investor maupun calon investor, untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham beredar di publik minimal 15 persen.
"Di sisi lain, investor juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari manajemen perusahaan sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan investasi yang lebih komprehensif," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menambahkan, penyelenggaraan public expose live 2026 merupakan bentuk keterbukaan informasi dari perusahaan tercatat, sekaligus memberikan ruang diskusi kepada para investor maupun calon investor.
"Sehingga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float oleh perusahaan tercatat sesuai Peraturan Bursa Nomor 1-A, sehingga perusahaan tercatat dapat terus meningkatkan eksposur dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia," kata Samsul.
(Rahmat Fiansyah)