BEI optimistis anggota bursa tersebut dapat mengikuti mock trading pada Sabtu dan selanjutnya siap berpartisipasi dalam perdagangan mulai 28 September 2026. Jeffrey menegaskan kendala yang masih dihadapi bersifat teknis dan tidak perlu dikhawatirkan.
"Harusnya kendala yang sifatnya sangat teknis, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.
Dari sisi infrastruktur, BEI telah menyiapkan sistem perdagangan melalui sejumlah pengujian. Jeffrey menyebut, perhatian utama bursa bukan pada potensi volatilitas harga, melainkan peningkatan traffic pada sistem perdagangan setelah kebijakan tersebut diterapkan.
"Yang kita antisipasi dari sisi bursa sebagai penyedia infrastruktur perdagangan bukan volatilitas harganya, tetapi adalah traffic ke sistem. Itu yang kita antisipasi," katanya.
Dia menambahkan, penghapusan harga minimum Rp50 merupakan bagian dari kebijakan BEI untuk memenuhi kebutuhan likuiditas investor sekaligus memperbaiki proses pembentukan harga saham di pasar.