BEI Persilahkan AISA Private Placement, Ini Penjelasannya
Market News
Fahmi Abidin
Senin, 12 Agustus 2019 16:45 WIB
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) berencana melakukan private placement atau penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu.
BEI Persilahkan AISA Private Placement, Ini Penjelasannya. (Foto; Ist)

IDXChannel - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) berencana melakukan private placement atau penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu, padahal saham terkait masih terkena suspensi.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia menjelaskan, wacana tersebut mungkin untuk dieksekusi.

“Mereka paralel kan, kalau melakukan tindakan korporasi mereka jalankan dulu. (Ketika) berhubungan dengan perdagangan, nanti pada periodenya kita lihat dulu pemenuhannya. Baru kita diskusikan masalah perdagangannya. Korporasi kan relatif perlu waktu,” terangnya di Gedung BEI, Jakarta (12/8).

Ia melanjutkan, meski telah ada kejelasan dari perusahaan mengenai penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), suspensi belum dapat dicabut. Pasalnya, AISA belum menyampaikan laporan keuangan teraudit, serta belum membayar denda keterlambatan tersebut.

Nyoman berujar, sampai saat ini BEI terus menanyakan rencana perusahaan ke depan. Otoritas bursa ingin memastikan bagaimana keberlangsungan organisasi bisa dijaga. Ia berpendapat, investor pun seharusnya sudah paham tentang pergeseran arah bisnis AISA.

“Dulu mereka di mana, kan di beras. Pas kejadian beras itu ada sedikit permasalahan, mereka sudah beralih ke makanan ringan. Sejak saat itu sebetulnya perspektif dari investor harusnya sudah beralih bukan ke berasnya, tidak mengejutkan sebetulnya. Justru ke depan kita lihat yang snack, bagaimana mereka memaintain dan memperbesar ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) AISA (9/8), telah disetujui rencana private placement dengan menerbitkan 32,77% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. AISA akan menerbitkan sekitar 1,57 miliar saham seri B, dengan nilai nominal Rp 200 per saham. (*)

Baca Juga