Dengan demikian, saham yang memiliki volume transaksi rendah namun mengalami perubahan harga yang signifikan akan memiliki rasio yang tinggi dan berpotensi masuk kategori HSC.
BEI menegaskan, seluruh saham yang masuk kategori HSC secara otomatis tidak dapat menjadi konstituen indeks utama, seperti LQ45, IDX30, dan IDX80.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai, Rabu (15/7), investor tidak perlu memandang status HSC sebagai hukuman bagi emiten.
Sebaliknya, daftar tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi agar investor memahami struktur kepemilikan suatu saham sebelum berinvestasi.
Meski demikian, terdapat sejumlah implikasi yang perlu diperhatikan. Pertama, saham HSC berpotensi kehilangan permintaan dari dana indeks maupun investor pasif karena tidak memenuhi syarat masuk indeks utama BEI.