Penilaian ini diposisikan sebagai aspek pelengkap dari instrumen pengawasan atau radar triggers yang selama ini sudah dioperasikan oleh BEI.
Lebih lanjut, Jeffrey menerangkan bahwa price-impact ratio diperoleh dari hasil perbandingan antara fluktuasi harga saham dengan tingkat kecepatan transaksi atau velocity. Parameter velocity dihitung berdasarkan rata-rata volume perdagangan dibandingkan dengan total saham yang dimiliki publik atau free float.
"Saham yang aktivitas volume transaksinya rendah akan menghasilkan velocity yang rendah. Dengan perubahan harga yang besar, maka price-impact ratio menjadi tinggi," kata Jeffrey.
BEI berkomitmen untuk meninjau ulang kriteria price-impact ratio ini secara berkala setiap tiga bulan sekali. Siklus peninjauan tersebut diselaraskan dengan jadwal evaluasi rutin indeks-indeks utama yang ada di bursa.
Seturut itu, parameter pengawasan insidental lainnya akan tetap diberlakukan secara fleksibel terhadap seluruh saham tanpa terkecuali. Jeffrey menambahkan, sistem pengawasan pasar tidak akan bertumpu secara kaku pada hasil peninjauan berkala dari metodologi baru ini saja.