Manajemen menegaskan, peningkatan kepemilikan tersebut merupakan bagian dari proses akumulasi yang telah berlangsung sebelumnya, bukan aksi agresif yang terjadi dalam waktu singkat.
Lebih lanjut, perseroan menyampaikan bahwa perbedaan data free float yang terjadi saat ini merupakan koreksi atas pemahaman yang lebih tepat terhadap definisi saham afiliasi sesuai regulasi, dan bukan merupakan inkonsistensi yang disengaja.
Secara historis, perseroan mengklasifikasikan saham afiliasi berdasarkan kesamaan anggota pengurus antara pemegang saham dan perusahaan terbuka. Namun, setelah evaluasi lebih mendalam, cakupan afiliasi diperluas hingga mencakup hubungan tidak langsung pada tingkat penerima manfaat akhir.
Perseroan mengakui bahwa sebelumnya tidak dilakukan pengungkapan atas transaksi perolehan saham tersebut karena perbedaan pemahaman dalam klasifikasi afiliasi.
(DESI ANGRIANI)