AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

BI Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Untuk Tetap Relevan di Era Disrupsi Teknologi

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 07 Oktober 2019 16:15 WIB
Diharapkan di masa datang kebutuhan terhadap Financial Technology (FinTech) yang kini tren tetap sejalan dengan industri perbankan.
BI Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Untuk Tetap Relevan di Era Disrupsi Teknologi. (Foto: Ist)
BI Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Untuk Tetap Relevan di Era Disrupsi Teknologi. (Foto: Ist)

IDXChannel –  Semakin berkembangnya teknologi turut memengaruhi perubahan perekonomian Indonesia. Diharapkan di masa datang kebutuhan terhadap Financial Technology (FinTech) yang kini tren tetap sejalan dengan industri perbankan.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan, saat ini hampir 80 persen keuangan di support industri perbankan. Namun kedepannya Indonesia harus bertransformasi dan kolaborasi dengan FinTech untuk tetap relevan di masa mendatang.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran Fintech itu sudah menggerogoti sistem perbankan, sehingga jika bank tidak melakukan transformasi mungkin nanti tidak relevan,” Kata Erwin dalam talk show Menuju Indonesia Unggul Melalui Ekonomi Digital yang diselenggarakan IDX Channel di Ritz Carlton Jakarta, pada Senin (7/10).

Sementara itu, Deputi Komisioner OJK Institute Sukarela Batunanggar menyatakan, kehadiran FinTech membawa kebaruan yang dirasakan masyarakat. Berangkat dari hal itu, seharusnya dapat meningkatkan awareness terhadap fitur-fitur perbankan dan keuangan melalui teknologi, karena pada dasarnya Indonesia memiliki konektivitas lewat penggunaan mobile phone dan internet yang masif.

Disebutkan Senior Vice President IT Strategy & Architecture Bank Mandiri Johannes Kolibonso, dengan pola perubahan konsumsi yang berubah, Bank Mandiri juga sigap mengikuti zaman. “Bank Mandiri harus bertransformasi juga supaya, tetap relevan dan dikonsumsi secara aktif di ekosistem digital” tuturnya.

Sedangkan Co-Founder dan CEO Investree Adrian Gunadi memaparkan bahwa di Indonesia, keberadaan fintech sudah lebih dari 127 yang terdaftar di OJK. Setiap bulannya angka tersebut terus bertambah. Berdasarkan data Investree, hingga Juni 2019, pinjaman yang dilakukan di Pulau Jawa mencapai Rp38,489 miliar atau meningkat dari Desember 2018 yang hanya Rp19,617 miliar. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD