AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Bisa Tembus Rp16.000 per USD

MARKET NEWS
Michelle Natalia
Jum'at, 24 Juni 2022 11:16 WIB
BI memutuskan menahan suku bunga BI7DRR sebesar 3,5 persen. Keputusan ini dinilai bakal menekan rupiah bahkan bisa menembus Rp16.000 per USD.
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Bisa Tembus Rp16.000 per USD (FOTO: MNC Media)
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Bisa Tembus Rp16.000 per USD (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga BI7DRR sebesar 3,5 persen. Keputusan ini dinilai bakal menekan rupiah bahkan bisa menembus Rp16.000 per USD.

Pasalnya, keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunganya berdampak makin perkasanya dolar AS ke sejumlah mata uang banyak negara. 

Ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan bahwa ada dampak negatif dari keputusan BI tersebut terhadap perekonomian ke depannya.

"Karena BI masih menahan suku bunga acuan maka spread antara imbal hasil US treasury tenor 10 tahun sebesar 3,1 persen dan imbal hasil SBN 7,48 persen semakin menyempit," ujar Bhima kepada MNC Portal di Jakarta, Jumat(24/6/2022).

Dia mengatakan, spread yield yang makin sempit membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset lainnya. Ini memicu terjadinya outflow di pasar surat utang. 

"Tekanan capital outflow akan mendorong pelemahan nilai tukar rupiah lebih dalam," ungkap Bhima.

Dia menyebutkan, imbas keputusan tersebut, Rupiah pagi ini melemah ke 14.829 atau terdepresiasi 0,11 persen dibanding kemarin, melemah 3,9 persen year to date.

"BI harus segera menaikkan suku bunga, minimum 25 basis poin (bsp). Jika tidak, Rupiah bisa terus melemah hingga berada di range 15.500-16.000 per USD,” tutup Bhima. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD