Lompatan target dari 100 menjadi 1.000 UMKM binaan ini diprediksi akan mendongkrak pengiriman barang hingga sepuluh kali lipat. Melalui perluasan jaringan ini, para pelaku UMKM di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, hingga Kalimantan akan mengunci akses langsung ke pasokan bahan baku berkualitas tinggi, mulai dari kebutuhan sembako, frozen food, bumbu racik, hingga pasokan unggulan ayam dan bebek olahan.
"Bagi kami, target meledaknya kapasitas pasokan hulu ini juga menjadi karpet merah bagi akselerasi bisnis Perseroan di sektor hilir," ujar Nanang.
Nanang menjelaskan, makin solidnya ekosistem rantai pasok juga bakal menopang agresivitas ekspansi Perseroan yang kini tengah merambah ke sektor ritel produk snack, platform e-commerce, hingga rencana penetrasi ruang komersial di halte bus TransJakarta.
Otot hulu yang kuat ini sekaligus memperkokoh jaringan internal BAIK yang sebelumnya telah sukses menopang operasional 90 hingga lebih dari 120 gerai resto kelolaan, seperti Ayam Goreng Nelongso, Mami Nungky, Warung Taburai, dan Lamak Rasa.
Ke depan, ditegaskan Nanang, pihaknya berkomitmen penuh untuk memfasilitasi target 1.000 UMKM mitra binaan ini secara berkelanjutan melalui penyediaan ekosistem digitalisasi supply chain dan pendampingan bisnis berkala.