“Dengan hadirnya The Royal Alana Yogyakarta dengan 219 kamar, kami optimistis dapat menangkap kebutuhan akomodasi dari kegiatan MICE secara lebih optimal,” katanya.
Menurut dia, tambahan kapasitas kamar tersebut juga memungkinkan SWID mengurangi ketergantungan terhadap hotel di sekitar dalam memenuhi kebutuhan akomodasi peserta kegiatan MICE.
Selama ini, sebagian kebutuhan kamar untuk kegiatan MICE di The Alana Yogyakarta masih diserap oleh hotel-hotel di sekitarnya. Kehadiran The Royal Alana diharapkan menciptakan sinergi yang lebih kuat antara bisnis akomodasi dan MICE dalam ekosistem hospitality SWID.
Di sisi lain, pembangunan ballroom baru di INNSiDE by Meliá Yogyakarta akan menambah kapasitas MICE perseroan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menangkap peluang penyelenggaraan event berskala lebih besar.
“Sehingga menjadi salah satu sumber recurring income yang penting bagi Perseroan dan menjadi modal bagi SWID untuk terus tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Bogat.
(DESI ANGRIANI)