IDXChannel - PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) membuka hotel bintang lima The Royal Alana Yogyakarta dan memulai pembangunan ballroom baru INNSiDE by Meliá Yogyakarta.
Direktur Utama SWID Bogat Agus Riyono mengatakan, Yogyakarta masih memiliki prospek besar sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan MICE di Indonesia.
“Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata dan MICE yang paling diminati di Indonesia setelah Bali. Potensinya sangat besar dan kami melihat peluang tersebut sebagai bagian penting dari pertumbuhan bisnis hospitality SWID,” ujar Bogat dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (26/8/2026).
Saat ini, The Alana Yogyakarta memiliki 264 kamar dengan fasilitas MICE berkapasitas hingga 3.000 orang. Dengan beroperasinya The Royal Alana Yogyakarta yang menyediakan 219 kamar, SWID optimistis dapat mengoptimalkan kebutuhan akomodasi dari berbagai kegiatan MICE yang digelar di kawasan tersebut.
Bogat memperkirakan pendapatan gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana Yogyakarta berpotensi meningkat hingga 50 persen dibandingkan revenue existing.
“Dengan hadirnya The Royal Alana Yogyakarta dengan 219 kamar, kami optimistis dapat menangkap kebutuhan akomodasi dari kegiatan MICE secara lebih optimal,” katanya.
Menurut dia, tambahan kapasitas kamar tersebut juga memungkinkan SWID mengurangi ketergantungan terhadap hotel di sekitar dalam memenuhi kebutuhan akomodasi peserta kegiatan MICE.
Selama ini, sebagian kebutuhan kamar untuk kegiatan MICE di The Alana Yogyakarta masih diserap oleh hotel-hotel di sekitarnya. Kehadiran The Royal Alana diharapkan menciptakan sinergi yang lebih kuat antara bisnis akomodasi dan MICE dalam ekosistem hospitality SWID.
Di sisi lain, pembangunan ballroom baru di INNSiDE by Meliá Yogyakarta akan menambah kapasitas MICE perseroan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menangkap peluang penyelenggaraan event berskala lebih besar.
“Sehingga menjadi salah satu sumber recurring income yang penting bagi Perseroan dan menjadi modal bagi SWID untuk terus tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Bogat.
(DESI ANGRIANI)