Sementara itu, DCII menjadi pure-play data center terbesar di antara emiten tercatat dengan kapasitas operasional 128 MW. Perseroan juga memiliki pipeline terbesar, termasuk proyek di Bintan dengan kapasitas lebih dari 1 GW.
Selain nama-nama tersebut, MGLV, INET, dan BNBR dinilai masih berada pada tahap lebih awal dan layak dipantau seiring bertambahnya aset data center.
Listrik dan Skala Jadi Penentu
BRI Danareksa menilai prospek bisnis data center Indonesia bersifat struktural dan berpotensi berlangsung dalam jangka panjang. Namun, besarnya pipeline saja tidak akan cukup untuk menentukan pemenang.
Ketersediaan listrik yang aman serta kemampuan membangun dan mengoperasikan fasilitas dalam skala besar akan menjadi faktor pembeda utama di tengah perlombaan pengembangan data center Indonesia.
Secured power dan skala operasional dinilai akan menjadi kunci bagi perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan industri yang masih berada pada tahap awal tersebut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.