Di posisi kedua ada Tol Jagorawi sebesar Rp608 miliar, kemudian JORR Seksi Non S Rp599 miliar, Tol Cipularang Rp585 miliar, dan Tol Jakarta-Tangerang Rp523 miliar.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono mengatakan, pencapaian pada semester I-2026 merupakan cerminan dari kepercayaan pengguna jalan tol dan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.
“Bagi kami, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem manajemen lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol. Kepuasan dan keselamatan pengguna jalan adalah motor penggerak pertumbuhan volume lalu lintas yang berujung pada penciptaan nilai jangka panjang bagi perseroan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan dalam keterangan resmi.
Secara operasional, total volume transaksi pengguna jalan tol sepanjang semester I-2026 mencapai 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan per hari.
Untuk menjaga posisinya sebagai market leader jalan tol, Jasa Marga juga terus memperkuat perannya. Hingga akhir Juni 2026, dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer (km) yang dimiliki, perseroan telah mengoperasikan 1.294 km jalan tol atau setara 42 persen dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.