AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Bom Bunuh Diri hingga BPJS Ketenagakerjaan Bikin IHSG Merah

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Rabu, 31 Maret 2021 10:57 WIB
Banjirnya sentimen negatif di dalam negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona merah.
Bom Bunuh Diri hingga BPJS Ketenagakerjaan Bikin IHSG Merah (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Banjirnya sentimen negatif di dalam negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona merah. Mulai dari bom bunuh diri di Makassar, terbakarnya Kilang Balongan Pertamina di Indramayu, Jawa Barat, sampai rencana BPJS Ketenagakerjaan di pasar modal.

Head of Research FAC Sekuritas Wisnu Prambudi mengatakan, IHSG memang dibanjiri kombinasi sentiment domestik yang mayoritas negatif. Menurutnya, saat ini trend IHSG sudah melemah.

“Kemarin ada kasus bom bunuh diri, kemudian terbakarnya kilang Pertamina di Balongan,” kata Head of Research FAC Sekuritas Wisnu Prambudi, dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (31/3/2021).

Wisnu menambahkan, selain faktor tersebut, sentimen negatif juga datang dari BPJS Ketenagakerjaan, yang berencana mengurangi porsi investasi di saham dan reksadana.

“Jadi, kami melihat sebenarnya ada kombinasi hal tersebut dan juga ekspetasi bahwa pertumbuhan kuartal I 2021 pertumbuhan ekonomi itu sedikit rendah dibandingkan ekspetasi,” katanya.

Wisnu menjelaskan, dari hasil penelusuran saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki porsi di saham kurang lebih 14%, deposito 12%, dan 65%nan di obligasi. Hal ini menunjukkan saham merupakan yang paling berfluktuasi. Oleh karena itu, BP Jamsostek ingin berinvestasi secara langsung untuk menghindari fluktuasi yang ada.

“Mereka melihat bahwa intinya ingin re-balancing portofolio. Kemudian, mereka ingin berkontribusi juga ke Sovereign Wealth Fund (SWF) sebenarnya jika dilihat dari polanya. Hanya memang keputusan detailnya kita masih belum bisa tahu. Cuman kemarin sudah ada di beberapa surat kabar yang membahas bahwa ada peluang BP Jamsostek itu ikut investasi di INA ya di SWF-nya Indonesia,” ujar dia.

Wisnu kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, BRPT, TBIG, BTPS, dan GGRM. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD