AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

IHSG Dibuka Merah, Analis: Sebabnya Bom Bunuh Diri dan Kebakaran Kilang Pertamina

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Rabu, 31 Maret 2021 10:36 WIB
IHSG melanjutkan tren penurunannya pada perdagangan pagi ini, analis menyebutkan penyebabnya adalah bom bunuh diri dan kebakaran kilang Pertamina.
IHSG langsung masuk ke zona merah karena bom bunuh diri dan kebakaran di kilang Pertamina. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penurunannya pada perdagangan yang berlangsung pagi ini, dan langsung terkoreksi hingga 0,67 persen. Analis bursa menyebut penyebabnya adalah bom bunuh diri dan kebakaran di kilang Pertamina Balongan, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Head of Research FAC Sekuritas, Wisnu Prambudi, mengatakan, IHSG dibanjiri kombinasi sentiment domestik yang mayoritas negatif. Menurutnya, saat ini trend IHSG sudah melemah.

“Kemarin ada kasus bom bunuh diri, kemudian terbakarnya kilang Pertamina di Balongan, terus ada di mana BP Jamsostek punya rencana mengurangi porsi investasi di saham dan Reksadana. Jadi, kami melihat sebenarnya ada kombinasi hal tersebut dan juga ekspetasi bahwa pertumbuhan kuartal I 2021 pertumbuhan ekonomi itu sedikit rendah dibandingkan ekspetasi,” katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (31/3/2021).

Wisnu menjelaskan, dari hasil penelusuran saat ini BP Jamsostek memiliki porsi di saham kurang lebih 14 persen, deposito 12 persen, dan 65 persenan di obligasi. Hal ini menunjukkan saham merupakan yang paling berfluktuasi. Oleh karena itu, BP Jamsostek ingin berinvestasi secara langsung untuk menghindari fluktuasi yang ada.

“Mereka melihat bahwa intinya ingin re-balancing portofolio. Kemudian, mereka ingin berkontribusi juga ke Sovereign Wealth Fund (SWF) sebenarnya jika dilihat dari polanya. Hanya memang keputusan detailnya kita masih belum bisa tahu. Cuman kemarin sudah ada di beberapa surat kabar yang membahas bahwa ada peluang BP Jamsostek itu ikut investasi di INA ya di SWF-nya Indonesia,” ujar dia.

Wisnu kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, BRPT, TBIG, BTPS, dan GGRM. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD