"Jadi, kami dari Danantara melihat ini yang memang di bursa masih ada ups and downs-nya, tapi kita lihat kembali lagi, pertama dari fundamental perusahaan kami ini baik, mempunyai yield yang tinggi, pricing saat ini sangat baik, apalagi misalnya kalau kita lihat perbankan dari price to booknya is below 1 persen, yang di mana kalau keadaan normal itu above 2-3 persen. Jadi, definitely there is a potential upside," ujarnya.
Selain itu, Rosan mengungkapkan, jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia terus meningkat signifikan. Hingga saat ini, total investor ritel tercatat mencapai 27 juta orang, naik dari sekitar 20 juta investor pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah investor tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap prospek pasar modal Indonesia.
"Logikanya bahwa peningkatan ini terjadi kenapa? Karena investor kita yakin bahwa bursa kita ini makin baik ke depannya, dan promising. Ya dong? Kalau enggak, mustinya number of investor emang turun. Kalau enggak, oh bursa ini ke depannya enggak ada prospek misalnya. Logikanya seperti itu," kata Rosan.