IDXChannel - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam gelaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), WBSA akan melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan kisaran harga penawaran Rp150 hingga Rp170 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan menargetkan dana segar hingga Rp306 miliar.
Sebagai perusahaan logistik yang telah berdiri sejak 1992, WBSA memiliki layanan end-to-end mulai dari transportasi darat, freight forwarding, pergudangan, hingga Inland Logistics Terminal (ILT).
Kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan fundamental yang solid dengan total aset Rp1,15 triliun dan laba bersih Rp24,39 miliar per September 2025.
Melalui aplikasi digital milik Indo Premier Sekuritas (IPOT), investor kini dapat mengakses dan memesan saham e-IPO WBSA dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.
"Kami melihat minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. Melalui aplikasi IPOT, kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat," kata Chief Marketing Officer IPOT Sergio Ticoalu, Selasa (31/3/2026).
Melalui aplikasi, investor dapat melakukan pemesanan saham IPO WBSA secara langsung dan praktis tanpa harus berpindah aplikasi. Prosesnya meliputi registrasi akun, pengisian dana RDN, hingga pemesanan saham melalui fitur e-IPO yang terintegrasi. Kemudahan cara beli sahamini dirancang untuk memangkas birokrasi bagi investor ritel.
“Fitur real-time indicator yang kami hadirkan juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal,” katanya.
Mengacu pada SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk emisi tertentu, termasuk WBSA yang masuk dalam kategori Golongan III.
Hal ini akan memperluas akses dan peluang yang lebih besar bagi para investor retail di bursa saham Indonesia.
Meski kondisi seperti itu, investor tetap perlu memperhatikan batas maksimal pemesanan sebesar 10 persen dari total nilai IPO atau Rp30,6 miliar per SID, serta memastikan ketersediaan dana dalam sistem “No Funds, No Order”.
Berdasarkan perencanaannya, alokasi dana hasil IPO akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) guna memperkuat lini bisnis angkutan laut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi WBSA di industri logistik nasional.