"Kami melihat minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. Melalui aplikasi IPOT, kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat," kata Chief Marketing Officer IPOT Sergio Ticoalu, Selasa (31/3/2026).
Melalui aplikasi, investor dapat melakukan pemesanan saham IPO WBSA secara langsung dan praktis tanpa harus berpindah aplikasi. Prosesnya meliputi registrasi akun, pengisian dana RDN, hingga pemesanan saham melalui fitur e-IPO yang terintegrasi. Kemudahan cara beli sahamini dirancang untuk memangkas birokrasi bagi investor ritel.
“Fitur real-time indicator yang kami hadirkan juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal,” katanya.
Mengacu pada SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk emisi tertentu, termasuk WBSA yang masuk dalam kategori Golongan III.
Hal ini akan memperluas akses dan peluang yang lebih besar bagi para investor retail di bursa saham Indonesia.