AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Bukan Omicron, Koreksi IHSG Hari Ini Disebabkan Aksi Profit Taking

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 24 Januari 2022 13:48 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan, bahkan hampir menyentuh 1 persen pada sesi pertama perdagangan siang ini Senin (24/1).
Bukan Omicron, Koreksi IHSG Hari Ini Disebabkan Aksi Profit Taking. (Foto: MNC Media)
Bukan Omicron, Koreksi IHSG Hari Ini Disebabkan Aksi Profit Taking. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan, bahkan hampir menyentuh 1 persen pada sesi pertama perdagangan siang ini Senin (24/1). Salah satu penyebabnya diduga berasal dari aksi profit taking investor.

Technical Analyst Mandiri Sekuritas, Hadiyansyah, memaparkan sejauh ini pergerakan indeks acuan utama masih dibayangi penurunan indeks bursa global, khususnya Wall Street yang menunjukkan ada sinyal bearish. Data pasar modal Amerika Serikat akhir pekan lalu menunjukkan Dow Jones Industrial Average (DJI) anjlok -1,30%, S&P500 (SPX) turun -1,89&, dan Nasdaq (IXIC) jatuh -2,72%.

Secara teknikal, koreksi IHSG pada sesi pertama Senin (24/1) sebesar -0,95% di 6.662,67, dinilai merupakan area wajar bagi indeks yang masih akan bergerak sideways selama belum mampu melewati resistance jangka panjang di 6.700 - 6.750 dan support jangka menengah di 6.500-6.550.

"Jika IHSG gagal bertahan di area support 6,500 maka akan memicu koreksi (sinyal bearish awal) untuk tren jangka menengah dengan potensi penurunan di area MA 200 D (per pentutupan 21 Januari 2021 berada dikisaran 6,220)," kata Hadiyansyah, Senin (24/1/2022).

Dari segi fundamental, Head of Technical Analyst PT BNI Sekuritas Andri Zakarias meyakini varian Omicron bukan merupakan katalis negatif bagi pergerakan indeks. Hingga Senin (24/1), Kementerian Kesehatan melaporkan total kasus varian Omicron mencapai 1.626, yang sebagian besar merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri (PPLN).

"Isu Omicron saya pikir masih belum terpengaruh ke indeks, polanya sama seperti saat indeks terkena badai Delta di Juli-Agustus. Jadi (penurunan) masih sebatas konsolidasi," tutur Andri kepada MNC Portal Indonesia (MPI), dikutip Senin (24/1/2022).

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD