Bukopin Dikuasai Asing, OJK Sebut Sudah Memasuki Proses Finalisasi

Market News
Shifa Nurhaliza
Selasa, 30 Juni 2020 15:45 WIB
OJK saat ini memerhatikan beberapa bank terkait permodalan dan persoalan lainnya yang akan di bahas secara tertutup dengan DPR.
Bukopin Dikuasai Asing, OJK Sebut Sudah Memasuki Proses Finalisasi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Dengan melihat kondisi ekonomi yang mulai tertekan, persoalan likuiditas beberapa bank menengah mulai menjadi sorotan. Selain permasalahan penarikan dana nasabah Bank Bukopin dan telah diakuisi bank asal Korea Selatan, OJK juga memerhatikan beberapa bank terkait permodalan dan persoalan lainnya yang akan di bahas secara tertutup dengan DPR.

“Kami mendukung kalau mengenai individu bank di lakukan tertutup, kita agendakan. Dan kita akan jelaskan lebih detail bagaimana progresnya 1 per 1. Dan restrukturisasi saya setuju memang tak boleh terlalu lama, kalau terlalu lama otomatis bisa mati betul,” kata Wimboh.

Dalam rapat kerja pemerintah, Bank Indonesia (BI), OJK dengan komsi 11 DPR, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Bank Bukopin terkait hal tersebut.

“Sejak pertengahan Juni lalu, OJK sudah menyebut bahwa proses penambahan modal Bank Bukopin oleh pemegang saham asal Korea Selatan, K-B Kookmin Bank sudah memasuki proses finalisasi. Hal ini terlihat dari komitmen Kookmin Bank melalui rencana setoran dana escrow senilai USD200 juta,” jelasnya kepada Video Jurnalist (VJ) IDX Channel, Raharjo Padmo, pada Selasa (30/6/2020).

Dalam keterangan perseroan di Keterbukaan Informasi BEI, pada Rabu (24/6/2020), manajemen Bank Bukopin menyebut pemenuhan kebutuhan modal dan likuiditas Bank Bukopin menjadi prioritas utama. “Belum lagi persoalan beberapa bank lain yang mulai muncul ke public,” jelas Wimboh.

Atas rangkaian peristiwa ini, secara umum OJK menyebut persoalan likuiditas perbankan masih cukup. Dan persoalan individu bank bermasalah akan di bahas tertutup dengan anggota komisi 11 DPR dalam waktu dekat.

OJK juga memastikan likuiditas perbankan masih cukup untuk menopang kebutuhan, selain itu juga memastikan telah memperlonggar aturan ketat diperbankan agar bank dapat menyesuaikan beban NPL yang dihadapi semua bank saat ini. (*)

Baca Juga