Di sisi penyaluran, Rizal menyebut Bulog merumuskan strategi penyaluran beras SPHP sebesar 1,5 juta ton yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang 2026, tidak terputus seperti tahun sebelumnya.
Selain itu, ditetapkan pula target penyaluran SPHP jagung sebesar 500 ribu ton, bantuan pangan selama empat bulan, penjualan beras premium dan medium ke pasar umum sebesar 2,5 juta ton, serta rencana ekspor beras premium hingga 1 juta ton dengan tetap menjaga kecukupan stok nasional.
Untuk mendukung kualitas dan tata kelola pengadaan, Bulog, kata Rizal, akan menerapkan kebijakan penyerapan gabah dengan prinsip any quality yang disertai persyaratan usia panen yang optimal guna menjaga mutu beras.
Harga Pembelian Gabah (HPP) tetap dipedomani sebesar Rp6.500 per kilogram (kg) Gabah Kering Panen (GKP), serta diperkuat dengan transformasi sistem pembayaran hasil panen petani secara digital melalui sinergi dengan perbankan Himbara, guna menjamin transparansi, akurasi, dan perlindungan harga di tingkat petani.
Rizal juga menegaskan strategi ke depan bertumpu pada kolaborasi lintas sektor.
“Bulog akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Penyuluh Pertanian Lapangan,” katanya.
(Dhera Arizona)