Average Selling Price (ASP) relatif stabil pada 1 persen YoY, didukung porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi sehingga membantu meredam pelemahan harga batu bara.
Lalu pendapatan dari bisnis kepemilikan tambang, Atlantic Carbon Group Inc (ACG), meningkat menjadi USD45 juta dari USD12 juta pada tahun lalu, mencerminkan kontribusi penuh di periode 2025.
Sementara itu, kinerja kuartal II mengalami perbaikan dengan pendapatan USD400 juta atau tumbuh 6 persen meski masih mencatatkan kerugian USD1 juta.
Momentum pemulihan yang berlangsung sejak kuartal II ini didukung dengan meningkatnya jam kerja efektif dan waktu siklus (cycle time) yang lebih singkat di berbagai site operasional utama.
"Kinerja kuartal ketiga menunjukkan bahwa pemulihan kami semakin menguat. Jam kerja efektif yang lebih tinggi, cycle-time yang lebih singkat, dan pengendalian biaya yang lebih ketat menghasilkan volume yang lebih baik, biaya per unit yang lebih rendah, dan EBITDA yang lebih kuat," tutur Fuad.