Ia menilai ketidakpastian muncul karena dalam metodologi MSCI, perhitungan kapitalisasi pasar sangat bergantung pada free float.
“Karena dalam threshold MSCI, perhitungan market cap didasari dari free float,” kata Michael, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, selama status free float suatu saham masih berada dalam pengawasan, investor akan kesulitan membuat perhitungan yang akurat.
“Jika posisi free float masih dalam pengawasan, bagaimana investor bisa mengkalkulasi market cap?” tutur Michael.
Michael menilai langkah terbaru MSCI membawa implikasi serius bagi pasar modal Indonesia.