IDXChannel – Bursa saham Asia kembali tergelincir pada Rabu (4/3/2026), di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Tekanan muncul setelah investor memangkas posisi yang dinilai sudah terlalu padat di emas dan saham produsen chip, seiring kekhawatiran perang yang meluas dapat memicu guncangan energi, mendorong inflasi, serta menunda pemangkasan suku bunga.
Pasar saham Korea Selatan (Korsel), indeks KOSPI, anjlok 6,04 persen sehingga akumulasi penurunan dalam dua hari menembus 13 persen.
Aksi jual dipicu keluarnya dana cepat dan investor asing dari pasar yang sebelumnya melesat berkat lonjakan laba produsen chip memori yang terdorong tren kecerdasan buatan (AI).
Tekanan tersebut menyeret won ke level terendah dalam 17 tahun terhadap dolar AS.