“Konflik tampaknya akan berlangsung sedikit lebih lama dari yang diperkirakan semula. Bahkan terjadi eskalasi karena perang kini meluas hingga melibatkan sekutu AS,” ujar ahli strategi portofolio di Wilson Asset Management, Sydney, Damien Boey, dikutip Reuters.
Boey menambahkan, “Infrastruktur minyak terlihat menjadi sasaran serangan sehingga pelaku pasar harus mempertimbangkan berapa lama situasi ini akan berlangsung.”
Harga emas merosot sekitar 4,5 persen semalam dan dolar Australia melemah 0,8 persen, seiring pelaku pasar merealisasikan keuntungan untuk menutup kerugian di aset lain dalam pekan yang volatil.
Pada awal sesi Asia, emas mulai stabil di USD5.128 per troy ons. Futures Wall Street AS dan Eropa juga mencoba bertahan, dengan futures S&P 500 stagnan dan futures Eropa naik 0,8 persen.
Di Wall Street, indeks memangkas penurunan yang lebih dalam, namun S&P 500 tetap ditutup melemah 0,8 persen akibat kekhawatiran harga minyak yang berpotensi bertahan tinggi lebih lama.